So
yesterday I went to a theatre. Sebenernya gak niat-niat amat nonton
film.... then suddenly seeing Benedict Cumberbatch (duh aa

)
starring at the film of The Imitation Game. Karena saya ngefans banget
sama aa ini yang paling tampan sejagat british akhirnya diniatin juga
nonton film.
"The True Enigma Was The Man Who Cracked The Code"
Enigma? Apaan tuh?
To
be honest saya gak ngerti lah ya konsep-konsep elektro dan permesinan
gitu, secara di posternya saya liat ada sebuah mesin dengan banyak
sekali kumparan dan kabel warna merah yang panjang amat jadi background
poster ini. Tapi karena saya ngefans sama si Aa Bene (duh aa ),
and this is a british film as am in love with it – meski ada feeling
ini film bakal bikin pusing pala, tapi akhirnya masuk juga ke theatre.
Neng rela berpusing ria demi kamu, a.....
And let's start the review...
Diawali
dengan scene close up wajah Benedict Cumberbatch yang lagi duduk sambil nutup mata
(saya disini udah gak fokus. Kenapa doi harus dimulai dengan menutup
mata? Apakah itu kode doi untuk saya cium pipinya biar bangun?

) dan diiringi oleh sebuah prolog yang menurut saya ini epic banget for opening a film,
Are you paying attention?
If you're not
listening carefully,
you will miss things,
important things.
I will not pause.
I will not repeat myself,
and you will not interrupt me.
You think that because
you are sitting where you are
and I am sitting where I am
that you are in control
of what is about to happen.
You're mistaken.
I am in control.
Because I know things
that you do not know.
What I will need from you now
is a commitment.
You will listen closely,
and you will not judge me until I am finished.
If you cannot commit to this,
then please leave the room.
But if you choose to stay,
remember you chose to be here.
What happens from this moment forwards
is not my responsibility.
It's yours.
Pay attention.
Dan
kemudian scene berlanjut pada tahun 1951 di Manchester, dimana sebuah
kepolisian setempat mendapatkan laporan kasus pencurian pada kediaman
Profesor Alan Turing, dan justru sang empunya rumah mengatakan tidak ada
satupun yang hilang.
Ini memicu kecurigaan yang besar
seorang detektif bernama Robert Nock (Rory Kinnear) untuk menyelidiki
Turing lebih lanjut karena ia mendapat isu bahwa Alan Turing merupakan
seorang mata-mata dari Soviet karena kepintarannya.
Film
ini berlatar pada Inggris tahun 1951 pada masa Perang Dunia ke-2. Saat
itu Eropa kewalahan menghadapi Nazi Jerman yang mulai menguasai seluruh
eropa. Dan Britain mendapatkan sebuah mesin yang berhasil diselundupkan
oleh salah seorang agen intel dari Polandia bernama Enigma.
(The City of Manchester on 1951)
Nah, pertanyaan awal saya yang bertanya-tanya, "apaan sih Enigma?"
Enigma
merupakan sebuah mesin penyandi yang digunakan untuk mengenkripsikan
dan mendekripsikan pesan rahasia. Dan pihak lawan (Nazi Jerman)
menggunakan mesin ini untuk saling berkomunikasi satu sama lain termasuk
strategi perang dan lokasi mana yang akan dilakukan penyerangan.
(Enigma terdiri dari 4 rotor – rotor kanan, rotor tengah, rotor kiri dan rotor reflektor, dan 10 kabel plugboard)
Yang
sulit adalah sistem enkripsi dari si Enigma yang diatur oleh Jerman,
karena setiap tengah malam mereka mengubah pengaturan mesin tersebut dan
kita harus mulai lagi dari awal untuk memecahkan sandinya.
Jadi
contoh simpelnya adalah ibaratnya kalau kita berusaha mengartikan
sebuah pesan yang harus dipecahkan menggunakan kode A = Z, keesokan
harinya kode bakal berubah menjadi A = N, dan besoknya mungkin A = B,
dan begitu seterusnya setiap hari.
Dan kalau kode-kode
yang terenkripsi dalam Enigma itu bisa terpecahkan, maka ini akan
memperpendek rentang waktu peperangan dan berakhirnya Perang Dunia ke-2.
Dan
di sebuah tempat bernama Bletchley Park di Britain terdapat sebuah
lokasi pemecahan kode (code breaking centre) bernama Government Code and
Cypher School (GC&CS). Dan Enigma merupakan program riset paling
rahasia di tempat tersebut.
( Government Code and Cypher School (GC&CS) in Bletchey Park )
Dan
si tokoh utama Alan Turing (Benedict Cumberbatch) yang merupakan
seorang ahli matematika lulusan terbaik dari King's College – melamar
sebuah pekerjaan ke GC&CS ini sebagai seorang ahli matematika karena ia begitu tertarik untuk memecahkan kode dari mesin enigma yang sebelumnya telah tergabung beberapa ahli
matematika lainnya.
Yang meski sebelumnya ditolak untuk
bergabung dalam pemecahan kode Enigma, pada akhirnya Alan Turing
menjadi pemimpin dalam riset tersebut menggantikan Hugh Alexander
(Matthew Goode) yang awalnya memimpin riset. Dan sekaligus memecat dua
orang yang sebelumnya sudah ada dalam tim. Dan ini jelas membuat sebuah
konflik internal diantara yang lain dengan Turing.
Uniknya
pencarian anggota baru dilakukan dengan penyeleksian lewat TTS (teka
teki silang) yang dimuat dalam surat kabar dan tersaring lah
satu-satunya kandidat wanita bernama Joan Clarke (Keira Knightley) yang
selanjutnya menjadi love interest Alan Turing and finally they got
engaged.
( Neng ngerti aa dansa sama dia cuma tuntutan film aja kan? 
)
Instead
of trying to break the code like his fellow did, Alan Turing justru
memilih untuk membuat sebuah "mesin tiruan" dari Enigma yang dinamakan
Christopher yang pada awalnya dicecar dan ditentang habis-habisan baik
oleh Komanda Dennister (Pimpinan GC&CS bahkan rekan-rekannya sendiri. Christopher
sendiri merupakan sebuah nama yang didedikasikan Alan Turing untuk teman
semasa sekolahnya bernama Christopher Morcom.
Sebagai
pemimpin riset, bukannya merangkul anggota untuk bersama-sama bekerja
sebagai tim, Alan Turing justru menghabiskan waktunya dengan membuat
mesin tersebut sendirian. Hingga akhirnya Joan Clarke giving him
suggestion kalau riset ini akan lebih efisien jika Alan Turing bisa
merangkul semua anggota untuk bekerja sama, dan akan lebih banyak nyawa
yang bisa terselamatkan jika pembuatan mesin tersebut selesai lebih
cepat.
Pembuatan mesin tiruan Enigma ini memakan waktu
hingga 4 tahun dan belum menghasilkan hasil nyata yang mumpuni. Ini
justru membuat Komandan Deniston (pemimpin GC&CS) murka dan akan
memindahkan Turing ke divisi lain sekaligus memecat dia.
Tapi
dengan gagahnya, Alexander bilang kalau dia mau memecat Turing,
Komandan Deniston harus pecat dia juga dan yang lainnya karena mereka
tim. This is unpredictable as Hugh Alexander is the hard rival for
Turing since they first met.
( Scene dimana kode telah terpecahkan -- akhirnya bucat juga bisuuul! )
Titik
terang akhirnya terlihat, melalui sebuah percakapan pada sebuah pesta
akhirnya Turing mendapatkan ilham dari pernyataan seorang kawan dari
Joan Clarke, Helen (Tuppence Middleton). Yang akhirnya berhasil
memecahkan kode dari Enigma tersebut.
Saya kira, disini cerita sudah selesai dan berakhir bahagia..
Hingga
akhirnya secara tak sengaja Turing menemukan sebuah Injil yang
halamannya dibatasi oleh lipatan kertas di meja Peter Hilton (Matthew
Beard), salah satu rekan riset Alan Turing. Di dalam Injil itu ditandai
Matthew 7:7
"Ask and it will be given to you; seek and you will find; knock and the door will be opened to you."
Dan
pesan tersebut merupakan dekripsi dari sebuah kode rahasia yang
disampaikan untuk agen Soviet yang telah dipecahkan oleh Detektif Robert
Nock sebelumnya (yang sebelumnya mencurigai Alan Turing sebagai agen
Soviet) dan ternyata agen Soviet adalan Peter dan John – dua anggota
dalam tim riset Enigma sendiri.
( Heh gak usah ganteng-ganteng jadi orang!
)
Alan
menghadapi dilema antara dia harus melaporkan pada Denniston terdapat
dua agen ganda yang menjadi timnya, dengan memberikan bukti-bukti
akurat. Dan di sisi lain, John berkata bahwa jika dia sampai membocorkan
rahasia bahwa ia seorang agen, rahasianya sebagai homoseksual (eh udah
diceritain belum sih?) akan diungkap sedang ia telah bertunangan dengan
Joan Clarke..
Tingkat kerumitan film ini sih lumayan,
bagian yang buat saya susah mengerti adalah ketika Turing berhasil
memecahkan sebuah enkripsi kode kemudian di deskripsikan menjadi sebuah
kalimat yang sebenarnya ingin disampaikan.
Alur dari
film ini juga ciamik, meski plot nya maju mundur, tapi setiap change
plot from past to present gak buat orang jadi mikir "Terus yang tadi
kelanjutannya gimana?" Jadi enggak ada plot yang buat kita justru jadi
mikir plot sebelumnya dan gak fokus sama plot yang akhirnya disampaikan
sekarang.
And there's some british jokes sih yang I
know this precisely if people wouldn't get it if they have heard it
from the first time. Karena buktinya cuma saya yang ketawa-ketawa di
bioskop sendirian pas adegan yang (menurut saya) lucu. Dan yang lain
justru pada diem.
Dan
accent mereka, .....saya jatuh cinta. Sangat! Buat yang addicted sama bau-bau
England wajib banget nonton ini. Soalnya suka jadi pengen pulang ke
kampung halaman
So
all not all, this is a great movie. Tapi mungkin untuk ukuran orang
awam agak sulit dimengerti ya, termasuk dengan gimana cara pemecahan
kode Enigma tersebut yang sebetulnya merupakan titik klimaksnya – jujur saya masih bingung sendiri, lalu bagaimana detail kerja Enigma, dan kapan ya saya bisa nikah
sama Aa Bene

? (maaf salah fokus lagi

)
Saya
udah bilang belum sih di atas tadi kalau Alan Turing dan Joan Clarke
gak bisa melanjutkan pertunangan mereka karena tuntutan Alan yang harus
menjadi mata-mata untuk Britain?
Eh saya juga udah
bilang belum sih kalau sejenius-jeniusnya Alan Turing ternyata doi
homoseksual dan cinta pertamanya justru adalah Christopher Marcom –
satu-satunya teman yang paling dekat dan orang yang mengajarkan Alan
bermacam-macam cara memecahkan kode that made him great in it until he
could break the Enigma?
Dan saya udah bilang belum sih
kalau ternyata sedekat-dekatnya Alan dengan Christopher, doi gak pernah
tahu bahwa Christopher mengidap tuberculosis dan meninggal pas liburan – meninggalkan Alan yang gak tahu menahu tentang kabar Christopher dan patah hati ditinggal first love nya?
Oh...
dan saya bilang gak sih, bahwa sekalipun ia merupakan tokoh di balik
terpecahkannya kode Enigma yang sukses membuat peperangan berhenti lebih
cepat, enggak membuat Alan Turing bebas dari hukuman bahwa dia
dipenjara karena kasus homoseksual dan akhirnya bunuh diri menghirup
sianida?
Kalau saya enggak bilang, tonton ya filmnya!
